SEARCH EVENT     

Tour Destinations

jQuery Carousel

 

Bali & Melasti Ceremony

Upacara Melasti

Bali, tidak akan pernah lepas dari keindahan alam, kekayaan budaya, serta prosesi-prosesi keagamaan yang sakral dan menarik. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu yang taat dan masih menjunjung nilai-nilai luhur agama nya, maka tak heran jika sepanjang tahun banyak sekali terdapat perayaan ataupun upacara-upacara keagamaan.

Salah satu upacara keagamaan yang menarik dan sayang untuk dilewatkan adalah Melasti.. Prosesi Melasti merupakan rangkaian dari acara Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan biasanya tiga hari sebelum Hari Raya Nyepi tersebut.

Upacara yang kadang disebut upacara Melis atau Mekilis ini dilakukan umat Hindu di tepi pantai dimana bertujuan untuk menyucikan diri dari segala bentuk perbuatan tidak baik dimasa lalu dan membuang semua hal tidak baik tersebut ke laut.

Melasti juga adalah hari pembersihan untuk benda-benda sakral yang terletak di pura yang kemudian di arak mengelilingi desa hingga menuju samudera, danau, sungai, maupun mata air yang dianggap suci.

Makna dari upacara Melasti adalah suatu proses pembersihan diri manusia, alam dan benda-benda yang dianggap sacral untuk dapat suci kembali dengan melakukan sembahyang dan permohonan kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa), lewat perantara air kehidupan (Laut, danau,sungai) dengan jalan dihanyutkan agar segala kotoran tersebut hilang dan suci kembali. Upacara ini juga bertujuan memohon keoada Sang Hyang Widhi agar umat Hindu diberi kekuatan dalam melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi

Dan pada perayaan Melasti tahun ini, saya dan beberapa teman berkesempatan untuk meliput sebagian prosesi acara tersebut. Dikarenakan pelaksanaan Upacara Melasti tersebut kebanyakan adalah di tepi pantai, maka kita dapat menyaksikan prosesi acara tersebut di beberapa pantai di Bali, seperti Pantai Padang Galak, Pantai Kuta, Pantai Purnama, Pantai Tanah Lot dan lain-lainnya.

Waktu pelaksanaan upacara Melasti seperti yang sudah saya jelaskan diatas biasanya dimulai 3 hari sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi. Biasanya masyarakat yang datang mengikuti acara Melasti datang berkelompok atau secara bersama-sama per Banjar atau Desa. Tiap-tiap Banjar sudah mempunyai tempat atau pantai yang telah ditentukan dalam pelaksanaan Upacara tersebut.

Masing-masing Banjar juga sudah menentukan waktu kedatangan mereka di pantai tersebut.. Pada kesempatan ini saya dan teman-teman menyaksikan prosesi Melasti di Pantai Padang Galak dan Pantai Kuta. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan prosesi Melasti di Pantai Padang Galak berlangsung mulai dari tengah malam hingga pagi secara silih berganti.

Kita harus menentukan waktu yang tepat untuk datang ke lokasi acara. Di Pantai Padang Galak sendiri saya mendapat informasi jika ada sekitar 17 Banjar yang datang untuk melaksanakan upacara tersebut, dan mereka mulai datang dari pukul 12 malam. Oleh karena itu saya menentukan waktu yang terbaik untuk memotret acara tersebut di Pantai ini. Pukul 05:00 saya sudah datang di lokasi dan menyaksikan ribuan umat Hindu secara bergantian datang ke pantai ini dan melakukan prosesi Upacara Melasti.

Sedangkan untuk di Pantai Kuta, kebanyakan masyarakat yang datang untuk melaksanakan prosesi ini adalah siang hingga matahari terbenam. Jadi dari dua lokasi ini kita akan dapat sesuatu yang menarik dan berbeda, baik tempat, maupun waktu. Jika di Pantai Padang Galak kita akan dapati sunrise, maka di Pantai Kuta kita akan dapati sunset, tentunya jika kita beruntung dapat cuaca yang bagus.

Banyak sekali moment-moment yang dapat kita abadikan di acara Melasti. Jika suatu Banjar letaknya jauh dari Pantai, maka kita dapat melihat iring-iringan peserta upacara menggunakan sepeda motor dan beberapa truk untuk mengangkut warga desa dan benda-benda sakral tersebut menuju pantai tersebut. Atau jika letak Banjar nya tidak terlalu jauh dari Pantai, masyarakat dari suatu Banjar yang jumlahnya kadang mencapai ribuan berjalan beriringan dengan berpakaian adat khas Bali (Udeng) diiringi alunan musik tradisional. Iring-iringan tersebut juga sambil membawa benda-benda sakral yang hendak disucikan.

Tak Jarang juga kita jumpai kaum wanitanya membawa sesaji berupa rangkaian buah yang dibawa dengan cara mengusungnya diatas kepala yang merupakan ciri khas dari daerah Bali, sungguh suatu momen yang indah jika kita dapat mengabadikan iring-iringan tersebut.

Memotret Upacara Melasti, terutama di Pantai Padang Galak yang harus diperhatikan adalah arah lighting. Sebelum acara sembahyang berlangsung tentunya akan kita jumpai iring-iringan peserta Melasti yang membawa bermacam-macam benda sakral maupun sesaji. kita harus perhatikan arah cahaya saat memotret. iring-iringan yang datang.

Jika kita memotret kearah timur tentunya akan kita dapati siluet dari iring-iringan tersebut. Jika memotret siluet perhatikan agar objek tidak terlalu banyak yang “ngeblok” sehingga tidak mengurangi keindahan siluet tersebut. Jika kita memotret dari arah berlawanan, manfaatkan side lighting alami. Untuk prosesi acaranya sendiri semua akan menghadap ke laut dimana pengertiannya tentu akan cukup mendapat cahaya jika matahari bersinar tanpa terhalang awan.

Seperti biasa, dalam pelaksanaan memotret Upacara Keagamaan, yang paling utama kita perhatikan adalah atitute atau sikap kita. Jangan sampai kita mengganggu sakralnya upacara tersebut. Harap diperhatikan penggunaan Flash atau Lensa super wide agar tidak mengganggu khusuknya orang yang sedang melaksanakan sembahyang.





Tips-Tips dalam memotret acara Melasti

Peralatan:

- Persiapkan Kamera DSLR, atau kamera jenis lain yang dapat membantu kita memotret dengan kecepatan tinggi untuk menangkap moment.
- Lensa Menengah seperti 24-70, 24-105 bukaan F/2.8 akan banyak membantu kita untuk dapat mencapture moment dengan cepat.
- Lensa Tele juga bermanfaat untuk mendapatkan detail atau close up.
- Monopod juga membantu jika ingin menggunakan low - high angle dan lain-lain.
- Flash juga bisa membantu untuk mengatasi shadow
- Kain Lap/pembersih kamera yang selalu standby karena kadang berdebu atau antisipasi untuk mengatasi percikan air laut
- Pastikan CF tersedia dan cukup


Teknis

- Perhatikan arah cahaya matahari atau lighting, tentukan sendiri jika kita ingn membuat siluet atau tidak.
- Tunggulah moment-moment menarik dan penting saat prosesi berlangsung.
- Karena akan crowded, banyak pengunjung maupun fotografer yang meliput, gunakan angle ekstrim, mulai dari low hingga high angle untuk mengurangi “penampakan bocor” serta untuk mendapatkan gambar-gambar yang dramatis.
- Karena sifatnya memotret moment, pergunakan speed tinggi, minimal 1/500 agar momentnya tercapture dengan baik, kecuali jika kita memang ingin menggunakan teknik khusus zooming atau speed lambat untuk mendapatkan efek slow motion, tentu speed nya akan disesuaikan kembali.
- Gunakan Aperture Priority, jadi kita tinggal menyesuaikan speed nya saja, tanpa harus direpotkan dengan penggunaan manual.
- Bukaan lensa yang aman untuk memotret acara ini tergantung objek, jika kita memotret orang di wajah yang butuh detail dan karakter, kita gunakan bukaan besar seperti F 2.8-5,6 Jika kita ingin memotret lebih luas, dalam arti moment keseluruhan, penggunaan bukaan sedang seperti F 5,6-F 8 sangat membantu
ISO menyesuaikan, selaras dengan Diafragma, tergantung situasi dan kondisi dengan mempertimbangkan speed di atas 1/500. Jika cuaca cenderung gelap tentu ISO harus naik sebagai kompensasinya. Biasanya untuk aman minimal di ISO 200.
White Balance menyesuaikan dengan cuaca yang ada, atau pasang di Auto agar aman


Tips-tips lain dan momen menarik saat memotret Melasti


- Dapatkan informasi sebanyak mungkin, mulai dari tempat pelaksanaan, waktu pelaksanaan, dan lainnya.
- Carilah hotel atau tempat menginap yang tidak jauh dari lokasi acara sehingga akan memudahkan kita.
- Datang lebih awal , pelajari lokasi dan tentukan posisi-posisi terbaik untuk memotret.
- Jangan lewatkan saat iring-iringan datang membawa benda-benda sakral maupun sesaji, karena akan menarik untuk diabadikan.
- Di acara ini ada moment menarik lainnya saat peserta akan melepas ayam atau bebek ke laut untuk sesaji, jgn lewatkan moment tersebut.


Jika sahabat ingin menyaksikan Upacara Melasti, persiapkan segala sesuatunya dari jauh hari dan datanglah sebelum acara atau hari H dimulai agar mendapat hasil yang maksimal. Jika ingin segala sesuatunya baik akomodasi, transportasi, atau hal lainnya sudah diatur dan di arrange sedemikian rupa, sahabat dapat hubungi atau bergabung di trip yang diadakan oleh Kemilau Indonesia (www.kemilauindonesia.com) , Travel khusus fotografi yang sudah berpengalaman membuat trip-trip fotografi, Untuk trip Melasti ini dikombine juga dengan acara pemotretan lain , baik landscape maupun lainnya di beberapa spot di Bali
Ayo memotret sambil berperan serta melestarikan kebudayaan Indonesia.

Salam

November 2017