SEARCH EVENT     

Tour Destinations

jQuery Carousel

 

Pacu Jawi West Sumatera

Sekilas tentang PACU JAWI

Pacu Jawi terdiri dari dua suku kata yaitu Pacu yang berarti balapan, sedang Jawi berarti Sapi atau Lembu, jadi kalau diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, Pacu Jawi adalah Balapan Sapi. Pacu Jawi merupakan suatu acara anak nagari yang ada di daerah Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat.

Permainan atau olah raga Pacu Jawi yang melibatkan puluhan hingga ratusan pasang sapi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan merupakan tradisi turun temurun di wilayah tersebut. Biasanya diadakan setelah panen atau sebelum masa tanam padi dan merupakan sarana hiburan bagi masyarakat setempat. Arena Pacu Jawi itu sendiri merupakan sawah kosong yang memanjang atau dibuat sedemikan rupa menjadi lintasan dengan dengan berisi air dan memanjang sepanjang kurang lebih 100 meter.

Setiap pasang jawi akan dikendarai oleh seorang pengendara yang disebut Joki. Tanpa beralas kaki sang joki mengendarai sapi-sapi tersebut dengan menggunakan tangkai bajak. Sang Joki ikut berlari mengawal sapi-sapi tersebut dengan berpegangan pada buntut atau ekor si sapi.

Acara Pacu Jawi semata-mata hiburan, dan tidak ada unsur judi. Pemenang ditentukan sendiri oleh para penonton, dengan cara menilai sapi mana yang berlari lurus kedepan, tidak melenceng atau bahkan masuk ke sawah orang lain. Jadi bukan sekedar dapat berlari kencang, tapi mempunyai filosofis sendiri. Sapi saja harus berjalan lurus, apalagi manusia.

Pacu Jawi ini sendiri mempunyai wadah yang dinamakan dengan PORWI, singkatan dari Persatuan Olah Raga Pacu Jawi. PORWI dengan dukungan Departemen Pariwisata setempat dan pihak-pihak luar yang konsen dengan pelestarian budaya asli Indonesia konsisten mengadakan event ini minimal empat kali dalam satu tahun.

Untuk mengadakan sebuah acara Pacu Jawi, peran Ninik Mamak atau tetua kampung beserta Wali Nagari mutlak diperlukan sebagai pemberi izin acara ini agar bisa berlangsung. Untuk memutuskan tanggal dan lokasi acara, biasanya melalui beberapa tahap pertemuan antara pihak PORWI, Wali Nagari dan Ninik Mamak setempat. Setelah sepakat mengenai tanggal pelaksanaan barulah mencari pemilik sawah yang lokasi nya cocok untuk acara, agar bisa di sewa selama penyelenggaraan.

Penyelenggaraan Pacu Jawi biasanya diadakan sebanyak empat kali di setiap acara yang selalu jatuh di hari Sabtu atau Rabu. Perhelatan acara Pacu Jawi menjadi sebuah hiburan menarik, dan cukup menyedot animo masyarakat, sehingga pada setiap event. di sekitar arena pacu jawi dijadikan sebuah pasar kaget yang menjual berbagai macam makanan khas serta lainnya. Warung-warung nasi bermunculan, dan tentunya menjajakan asakan khas daerah berikut juga dengan minuman Kopi Daun yang terkenal dari daerah tersebut.


Secara fotografi, yang menjadikan acara ini menarik, terutama bagi kalangan fotografer adalah momen yang dihasilkan pada acara ini akan terlihat sangat dramatis. Objek utama disini adalah para jawi atau sapi dengan joki yang berpacu dengan kecepatan yang lumayan di atas lintasan sawah yang berair dan berlumpur. Ekspresi joki serta cipratan lumpur yang dihasilkan setiap race ini menjadikan foto-foto yang dihasilkan menjadi unik dan menarik..

Disamping joki dan sapi-sapinya tersebut, suasana di sekitar arena pacu jawi sangatlah menarik untuk diabadikan. Mulai dari penonton yang beragam, penjual makanan, serta para juragan pemilik sapi yang biasanya berpakaian khas, dengan topi koboi nya. Disamping itu, jika pada acara pembukaan dan penutupan, kita juga akan disuguhi acara tarian dengan diiringi musik tradisional yang membuat acara ini benar-benar menjadi menarik dan merupakan surga buat fotografi.

Tidak semua orang di wilayah Sumatera Barat tahu akan acara Pacu Jawi ini. Acara ini hanya ada di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan dimainkan di beberapa wilayah 4 kecamatan yaitu Priangan, Sungai Tarab, Rambatan, dan Limo Kaum. Jika ingin berangkat kesana, kita harus memastikan terlebih dahulu kapan waktu yang fixed dan daerah mana yang menjadi tempat penyelenggaraannya. Informasi bisa kita dapatkan melalui Departemen Pariswisata Kabupaten Tanah Datar atau melalui Kemilau Indonesia, salah satu komunitas fotografi yang pengurusnya merupakan Humas dari PORWI dan sering menyelenggarakan Photo Hunting ke wilayah Sumatera Barat dan Pacu Jawi khususnya.

Jika kita ingin melihat atau memotret Pacu Jawi, untuk menuju ke lokasi jika kita dari Bandara Internasional Minangkabau. sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau carteran. Lebih baik jika sebelum tiba di Padang sudah booked duluan daripada harus nego di Bandara. Jarak antara Bandara ke Batusangkar tempat pelaksanaan acara tersebut sekitar 70 km. dan biasanya dapat ditempuh dengan waktu sekitar dua jam. Sebelum tiba di daerah Batusangkar, kita akan melewati kota Padang Panjang yang memiliki panorama hutan tropis yang indah dengan Air Mancur yang bernama Lembah Anai.

Jika sudah sampai di Kota Batusangkar, kita bisa menanyakan kepada masyarakat setempat lokasi acara tersebut, dan umumnya mereka mengetahui acara dan lokasinya.

Tips kepada teman-teman yang akan memotret pacu jawi.

Peralatan:

- Selain kamera berkecepatan tinggi, seperti DSLR, peralatan lain yang mesti disiapkan adalah:
Lensa Tele, minimal 70-200, jika punya yang lebih panjang lagi lebih baik
Lensa Wide terpakai juga untuk mengambil suasana sekitar
Plastik pelindung kamera (Melindungi dari cipratan lumpur)
Kain Lap/pembersih kamera yang selalu standby
Monopod untuk membantu teknik Panning
Pastikan CF tersedia dan cukup
Sendal untuk digunakan di sawah
Celana Pendek

- Teknis
Karena kita akan menangkap moment yang cepat, kita harus gunakan kecepatan tinggi untuk dapat menangkap moment tersebut.
Speed minimal 1/1000
Gunakan Aperture Priority, jadi kita tinggal menyesuaikan speed nya saja, tanpa harus direpotkan dengan penggunaan manual.
Bukaan lensa, jangan gunakan yang paling besar seperti F/2.8, gunakan F/5.6-6.3 agar ruang tajamnya sedikit lebih luas, karena dikawatirkan jika menggunakan dof sempit akan menajamkan sebagian saja seperti kepala sapi, atau hanya percikan lumpurnya saja.
ISO menyesuaikan, selaras dengan Diafragma, tergantung situasi dan kondisi dengan mempertimbangkan speed di atas 1/1000. Jika cuaca cenderung gelap tentu ISO harus naik sebagai kompensasinya. Biasanya untuk aman minimal di ISO 200
Gunakan AI Servo (Canon) untuk menangkap moment yang sedang bergerak.
White Balance menyesuaikan dengan cuaca yang ada, atau pasang di Auto agar aman.

- Momen menarik di Pacu Jawi
Banyak sekali moment yang terjadi di acara ini, mulai posisi joki, yang berdiri, jatuh, telungkup, seperti melayang dan sebagainya yang tentunya akan membuat foto kita berbeda dengan yang lain. Ambillah saat moment-moment itu berlangsung
Untuk mempercepat laju sapi, biasanya sang joki menggigit ekor sapi tersebut, tunggulah saat yang tepat untuk mengabadikan moment tersebut.

Disamping hal diatas, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan oleh teman-teman fotografer yaitu selalu waspada dan jaga keselamatan diri sendiri, karena bisa saja sapi tidak terkendali atau menyerang kerumunan. Jangan ambil resiko memotret frontal dari jarak dekat, selain mengganggu jalannya sapi, tentu akan membahayakan keselamatan sendiri.


Jika ingin memotret pacu jawi dengan di arrange secara professional, teman-teman juga dapat menghubungi Kemilau Indonesia , sebuah Travel khusus fotografi yang rutin membuat acara foto hunting di sana.

November 2017